Inilah Tatacara Kredit KPR Di BTN

Rumah merupakan kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan oleh semua orang, apalagi bagi orang yang sudah memiliki pasangan. Saat ini ada banyak cara untuk memiliki rumah sendiri selain membeli secara tunai. Untuk membeli secara tunai pastinya sangat sulit diwujudkan karena anda harus memiliki banyak uang secara sekaligus, sebagai solusinya anda bisa melakukan kredit rumah KPR di BTN. Dengan KPR atau kredit pemilikan rumah, anda bisa memiliki rumah dengan cara mencicil rumah idaman anda dalam jangka waktu yang disepakati. Sehingga penghasilan anda masih dapat digunakan untuk berbagai hal lain yang juga sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari.

KPR merupakan suatu fasilitas kredit yang ditawarkan oleh pihak perbankan kepada nasabah secara perorangan yang akan membeli rumah atau untuk kepentingan rehab rumah. Secara umum di Indonesia ada 2 jenis KPR yaitu KPR subsidi dan KPR non-subsidi.

KPR subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah, hal ini diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau untuk memperbaiki rumah yang telah dimiliki. Adapun bentuk subsidi yang diberikan berupa keringanan kredit dan subsidi untuk menambah dana pembangunan dan perbaikan rumah. Kredit subsidi ini pelaksanaannya diatur oleh pemerintah, sehingga tidak semua masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat mengajukan kredit bersubsidi. Pemerintah sendiri memberikan batasan dalam memberikan subsidi pada penghasilan pemohon dan nilai maksimum kredit yang diberikan.

Sedangkan untuk KPR non-subsidi diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan dari jenis KPR ini diatur oleh bank yang menyediakan layanan ini, sehingga penentuan nilai besarnya kredit dan suku bunganya dilakukan sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. Untuk mengajukan kredit KPR di BTN, anda harus melengkapi beberapa persyaratan seperti KTP suami dan atau istri bagi yang sudah menikah, kartu keluarga, keterangan penghasilan berupa slip gaji, laporan keuangan bagi anda yang menjalankan usaha secara wiraswasta, NPWP pribadi untuk nilai kredit di atas Rp. 100 juta, SPT PPh Pribadi untuk kredit di atas Rp. 50 juta, fotokopi sertifikat induk dan atau pecahan jika anda membeli rumah dari developer, fotokopi sertifikat jika anda melakukan jual beli dari perorangan, dan fotokopi IMB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *