Investasi Di Perusahaan Manufaktur Indonesia

Berdasarkan data akurat BKPM, dari PMA dalam sektor perusahaan industri manufaktur tahun 2015 silam mencapai US 15,5 miliar dan untuk investasi dalam sektor otomotif berhasil mencapai US 3,5 miliar. Sementara untuk investasi perusahaan manufaktur lokal mencapai Rp. 51 triliun dan kurang lebih sebanyak Rp. 2 triliun masuk ke sektor industri otomotif. Untuk tahun 2016 ini, arus investasi perusahaan industri manufaktur diperkirakan akan mengalir cukup deras menuju sektor komponen. Sementara untuk 40 perusahaan yang masuk komponen otomotif mencapai investasi kurang lebih US 50 jt, atau jumlah investasi hingga mencapai US 2 miliar. Harapan ini memang sejalan dengan laju ekspansi sektor otomotif yang telah beroperasi di Indonesia.

Nilai investasi tersebut masuk komponen sektor otomotif dan umumnya mencapai 10% dari total investasi produsen pabrik mobil. Menurut BKPM, pemerintah Indonesia ingin memacu produksi untuk ekspor mobil dengan bentuk built up. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara membangun industri dengan komponen yang begitu kuat. Bahkan penjualan mobil tingkat nasional dalam tahun ini ditaksir bisa mencapai pertumbuhan yang sangat pesat, seperti pada tahun-tahun yang sebelumnya. Untuk tahun ini, produsen Gaikindo ingin menargetkan penjualan mobil hinga 1,2 juta/unit. Sementara ketua Gapmmi, Adi Lukman menyatakan bahwa investasi industri manufaktur mamin olahan pada tahun ini mengalami pertumbuhan 10% berubah jadi Rp. 40 triliun apabila dibandingkan tahun lalu Rp 36,23 triliun.

Tahun silam, invetasi lebih di dominasi oleh sektor minuman dan para investor yang asalnya dari Jepang yang sangat agresif. Memang untuk investasi industri minuman lebih didominasi para investor Korea Selatan dan Jepang. Ekspansi dan juga investasi yang mendorong sistem penyerapan tenaga pekerja di Indonesia semakin meningkat. Namun ketua Gapmmi menyatakan bahwa potensi serapan untuk tenaga pekerja diperkirakan rendah dari apa yang diharapkan. Hal ini dikarenakan, sektor perusahaan industri manufaktur lebih memanfaatkan peluang perkembangan teknologi dalam proses produksi dengan menerapkan sistem mekanisasi pabrik atau otomatisasi. Dengan demikian tenaga pekerja SDM semakin berkurang dalam sektor perindustrian jika pekerja yang diandalkan ialah mekanisasi pabrik.

Semoga bahasan kali ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *