Pasar Modal & Penanaman Modal Asing Di Indonesia

Investasi asing atau penanaman modal asing di Indonesia terbagi menjadi dua bentuk, yaitu investasi portofolio dan investasi langsung. Yang pertama adalah investasi portofolio. Investasi ini dilakukan di pasar modal di mana instrumennya berupa surat-surat berharga seperti obligasi dan juga saham. Dalam investasi jenis ini, dana ke perusahaan yang telah menerbitkan emiten atau surat berharga belum tentu akan membuka lapangan kerja. Walaupun ada emiten yang mendapat dana atas pasar modal guna memperluas usaha atau bahkan membuka satu usaha baru, tetapi hal ini bukan berarti akan ada lapangan kerja baru yang tercipta. Dana masuk biasanya digunakan untuk menguatkan struktur modal atau bahkan membayar hutang di bank.

Tidak terjadi pula alih keterampilan manajemen serta alih teknologi dalam investasi portofolio ini. Kedua ada investasi langsung dalam penanaman modal asing di Indonesia. Investasi inilah yang biasa disebut sebagai penanaman modal asing atau PMA. Investasi dilakukan dengan cara membeli total, mengakuisisi hingga membangun perusahaan baru. PMA dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai Foreign Direct Investment atau FDI. Investasi ini memiliki beragam kelebihan. Di antaranya adalah dapat membuka lapangan kerja baru yang bermanfaat untuk negara berkembang seperti Indonesia, bersifat permanen atau jangka panjang, memberi andil terutama dalam alih teknologi serta alih keterampilan manajemen. Terdapat tiga jenis investasi langsung yang biasa dilakukan, di antaranya adalah joint venture, joint enterprise serta kontrak karya.

Penanaman modal asing di Indonesia dalam bentuk joint venture ialah kerjasama yang terjalin antara pemilik modal nasional serta pemilik modal dari asing. Kerjasama ini dilakukan berdasarkan perjanjian atau contractual. Yang kedua ada joint enterprise. Dalam bentuk investasi yang satu ini, terbentuk suatu perusahaan baru yang dibangun bersama oleh pemilik modal asing serta pemilik modal dari dalam negeri. Namun, joint enterprise juga merupakan perusahaan terbatas, sehingga modalnya juga terdiri atas modal dalam rupaih serta modal dalam valuta asing. Ketiga ada kontrak karya atau contract of work di mana pemilik modal asing membuat badan hukum di Indonesia dan terdapat kerjasama dengan badan hukum yang menggunakan modal dalam negeri.

Bentuk kerjasama contract of work ini di Indonesia hanya terdapat dalam perjanjian kerjasama yang terjalin antara Badan Usaha Milik Negara atau BUMN seperti PT Pertamina asal Indonesia dengan PT Caltex International Petroleum asal Amerika Serikat. Penanaman modal asing di Indonesia diatur dan dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal atau biasa disingkat BKPM. Lembaga yang didirikan pada 1973 ini secara khusus mengatur serta mengoordinasikan segala macam proses penanaman modal di Indonesia baik yang berasal dari luar negeri ataupun dalam negeri. BKPM juga banyak berperan sebagai badan advokasi khusus untuk para penanam modal atau investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *