Target Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia 2018

Menengok perkembangan industri manufaktur di Indonesia pada tahun 2017 yang terus mengalami kenaikan, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato optimis bahwa sektor industri manufaktur pun akan mengalami kenaikan pada tahun 2018. Pada kuartal III tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencapai angka 5,06 persen. Membaiknya pertumbuhan ekonomi terlihat dari membaiknya pertumbuhan industri pengolahan, industri makanan dan minuman, industri mesin dan perlengkapan, industri transportasi, Industri logam dasar, serta industri non migas.

Hingga saat ini industri di Indonesia masih menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan perekonomian Negara. Hal ini dituturkan oleh Airlangga pada akhir tahun 2017. Dampak baik yang mengiringi peningkatan industri manufaktur di Indonesia adalah peningkatan penyerapan tenaga kerja yang meningkat hingga 1,4 juta orang pada tahun 2017. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan pada tahun 2016.

Pada tahun 2016, tenaga kerja di Indonesia berjumlah 15,54 juta orang dan mengalami kenaikan menjadi 17,01 juta orang pada tahun 2017. Pencapaian ini jelas merupakan usaha pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang sangat signifikan untuk Indonesia. Beberapa sektor yang menyerap cukup banyak tenaga kerja adalah sektor indutri makanan dan minuman (sejumlah 3,3 juta orang), industri otomotif (sejumlah 3 juta orang), Industri tekstil dan produk tekstil (sejumlah 2,73 juta), serta industri furnitur berbahan baku kayu dan rotan untuk tenaga kerja langsung dan tidak langsung (mencapai 2,5 juta orang).

perkembangan industri manufaktur di indonesia

Target Utama dari Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Target pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia memiliki indikator utama dari sektor tambang. Kemudian diikuti oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman, farmasi, kimia, logam dasar, alat angkut (transportasi) serta sektor elektronika. Indikator tersebut didukung dengan pembangunan kawasan industri yang tersebar di berbagai daerah di negara Indonesia. Berkaca dari setor-sektor tersebut, Airlangga dan tim kementrian perindustrian kemudian mencanangkan target pertumbuhan industri manufaktur hingga 5,67 persen pada tahun 2018.

Menyikapi target yang cukup tinggi tersebut Menperin memaksimalkan upayanya untuk  meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, serta menambah penerimaan devisa negara yang didapatkan dari ekspor. Lebih lanjut kementrian perindutrian akan fokus untuk menjalankan kebijakan hilirasi industri. Peningkatan nilai tambah dicapai melalui industri agro dan tambang mineral yang menghasilkan berbagai produk seperti stainless steel dan kelapa sawit. Sepanjang tahun 2015-2017 saja,ragam hilir kelapa sawit mengalami kenaikan hingga 154 produk dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya menghasilkan kurang lebih 126 produk.

Sedangkan pada sektor stainless steel, pada periode tahun 2015-2017 telah memproduksi industri smelter terintegrasi dengan produk turunan berupa stainless steel yang berkapasitas hingga dua juta ton per tahun. Jumlah ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 yang hanya mencatat angka 65 ribu ton produk setengah jadi berupa nickel material dan feronikel.

Menperin juga terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk saling berkolaborasi terkait dengan upaya untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik investasi sektor industri Indonesia. Langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi untuk peningkatan mutu, produktivitas dan efisiensi, dan penyediaan fasilitas berupa insentif fiskal.

Meskipun masih banyak hambatan yang harus diantisipasi, namun Meneprin terus mendorong perkembangan industri manufaktur di Indonesia untuk terus berinovasi demi meningkatkan daya saing di kancah global. Bahkan pihaknya mulai membangun SDM yang berkmpeten dengan cara mengadakan link and match antara sekolah menengah kejuruan dan industri yang sedang dibangun di Indonesia.

Leave a Reply