Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi 1 Tahun 6 Bulan

Pada umumnya pertumbuhan dan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan, si balita semakin berkeinginan untuk mandiri. Namun dirinya juga masih merasa ketakutan untuk berpisah dari Bunda. Nah, akibatnya si balita selalu berusaha untuk mencari perhatian penuh kepada Bunda. Misalnya, memanggil-manggil Bunda ketika Bunda sedang berbicara dengan Ayah. Selain itu, balita pada usia 18 bulan juga semakin tidak suka dengan perlengkapan bayi seperti car seat, kursi bayi dan lain sebagainya karena benda-benda tersebut membuat ruang gerak dirinya terbatas. Apabila protes si balita berubah jadi tantrum atau tingkat emosi yang tidak bisa terkontrol di area tempat-tempat umum maka Bunda harus bersabar saja.

Hal ini dikarenakan ada cara khusus untuk mengatasi permasalahan tantrum bayi yakni dengan mengalihkan perhatian bayi terhadap hal-hal yang tidak disukai dan bersikap dengan tenang. Sementara mengenai permasalahan kesehatan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan biasanya terdapat hal-hal yang bisa saja terjadi dengan menemukan gejala terhambatnya perkembangan si kecil yakni belum mampu berjalan, tak mampu menunjukkan objek atau benda kepada orang lain, hilangnya kemampuan daya ingat, tak merasa cemas jika pengasuhnya atau Bunda meninggalkan dirinya, tak bisa mengenali fungsi objek yang ada di depan matanya dan belum mampu mempelajari kosakata baru. Jika Bunda menemukan beberapa gejala diatas pada si bayi maka alangkah baiknya Bunda berkonsultasi secara langsung mengenai pertumbuhan dan perkembangan si bayi pada dokter anak.

Selain konusultasi pada dokter, Bunda juga bisa melakukan konsultasi pada psikolog anak. Nah, untuk tips mengenai pertumbuhan dan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan selain melakukan pengecekan terhadap pencapaian pertumbuhan dan perkembangan si kecil maka Bunda juga wajib paham dengan stimulasi Zwitsal yang sangat penting untuk diterapkan pada si baby agar tumbuh kembang si kecil bisa optimal. Stimulasi Zwitsal tersebut yakni pertama, mengajak anak untuk bergerak aktif yakni melompat, menendang, melempar dan menangkap sebagai pelatihan motorik kasarnya. Kedua, mengajak si kecil untuk bernyanyi dan bercerita tentang aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya agar kemampuan daya ingatnya bisa optimal. Ketiga, ajak si kecil bermain puzzle seperti menggambar, menyusun balok kayu dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *